SMKN 8 Batanghari Menolak IRET: Bersama Membangun Sekolah yang Toleran, Damai, dan Berkarakter

Home » » SMKN 8 Batanghari Menolak IRET: Bersama Membangun Sekolah yang Toleran, Damai, dan Berkarakter

 

SMKN 8 Batanghari menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) di lingkungan sekolah. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak, toleran, dan menghargai keberagaman.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Oleh karena itu, SMKN 8 Batanghari terus mendorong seluruh warga sekolah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, persatuan, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama.

Menolak Intoleransi

Intoleransi merupakan sikap tidak menghargai perbedaan, baik perbedaan pendapat, latar belakang, maupun keyakinan. SMKN 8 Batanghari mengajak seluruh peserta didik untuk memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Di lingkungan sekolah, setiap siswa diharapkan mampu berinteraksi secara positif, menghormati teman, tidak melakukan perundungan, tidak melakukan diskriminasi, serta menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah.

Mencegah Radikalisme

Radikalisme dapat berkembang ketika seseorang menerima gagasan secara ekstrem dan menolak perbedaan serta dialog. Untuk mencegahnya, sekolah berupaya membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara bijak, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Peserta didik juga didorong untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan menghindari penyebaran konten yang mengandung kebencian, provokasi, diskriminasi, maupun ajakan kekerasan.

Menolak Ekstremisme dan Kekerasan

SMKN 8 Batanghari menolak segala bentuk ekstremisme yang mendorong kebencian, permusuhan, atau kekerasan terhadap orang lain. Sekolah mengedepankan pendekatan pendidikan yang mengembangkan karakter, empati, kemampuan berdialog, dan penyelesaian masalah secara damai.

Perbedaan pendapat tidak harus berujung pada permusuhan. Justru melalui perbedaan, peserta didik dapat belajar untuk mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan menemukan solusi secara bersama-sama.

Tidak Memberi Ruang bagi Terorisme

Terorisme dan tindakan kekerasan yang menyasar masyarakat bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kehidupan yang damai. SMKN 8 Batanghari berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik agar mampu mengenali berbagai bentuk propaganda yang dapat mengarah pada kekerasan dan tindakan teror.

Sekolah juga mendorong warga sekolah untuk segera menyampaikan kepada guru atau pihak sekolah apabila menemukan informasi, ajakan, atau perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Bersama Membangun Sekolah yang Aman dan Damai

Pencegahan IRET bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, keluarga, dan masyarakat. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang sehat dan positif.

SMKN 8 Batanghari mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi generasi yang cerdas dalam berpikir, santun dalam bersikap, bijak dalam bermedia sosial, serta mampu menghargai perbedaan.

Mari bersama-sama menjaga sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan damai.

SMKN 8 Batanghari:

“Tolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme.
Rawat Kebinekaan, Perkuat Persatuan, Wujudkan Sekolah yang Damai.”

Dengan semangat tersebut, SMKN 8 Batanghari berkomitmen untuk terus membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, cinta damai, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan dan keutuhan bangsa.

.
Bagikan Artikel Ini :